Belajar dari Sebuah Luka Untuk Hidup yang Bahagia

Kita semua pasti pernah merasakan yang namanya terluka. Entah itu terluka sebab pasangan, terluka sebab pengkhianatan, terluka sebab perselingkuhan, terluka sebab kepergian orang yang teramat disayang, atau terluka karena hal-hal lainnya. Saat terluka, kita seakan kehilangan semangat untuk menjalani hari-hari. Bahkan, sebuah luka membuat kita memilih untuk menyendiri sepi. Sulit memang untuk bangkit dari sebuah luka yang dirasa. Namun, bagaimanapun kita tetap harus belajar dari sebuah luka untuk hidup yang bahagia kedepannya.

Setiap orang memang punya cara yang berbeda-beda ketika terluka. Ada yang memilih untuk menyendiri, mengurung diri, menghindari interaksi, dan sebagainya. Tak ada yang salah dari itu semua. Hanya saja akan menjadi salah ketika kita terlalu berlarut-larut dalam sebuah luka yang dirasa. Saat kita merasakan terluka, dan kita memilih untuk melakukan itu semua, kita harus bisa memberi waktu pada diri kita mau sampai kapan kita akan berada pada kondisi itu.

Jika kita dapat belajar dari sebuah luka, kita akan menyadari bahwa tak semua luka itu buruk

Tak semua luka yang kita rasa itu selalu buruk. Terkadang, dari sebuah luka kita bisa belajar banyak hal. Contohnya, saat terluka sebab sebuah pengkhianatan atau perselingkuhan dari seseorang yang teramat kita sayang. Harusnya dari sana kita sadar, bahwa Tuhan sedang menunjukkan orang yang pernah kita sayangi itu bukanlah seseorang yang tepat untuk diri kita. Luka yang kita rasa, mungkin adalah cara Tuhan untuk menyadarkan kita bahwa ia memang bukanlah sosok yang terbaik.     

Untuk menerima sebuah luka itu memang tidaklah mudah

Memang tidak mudah untuk menerima luka hati yang menghampiri. Butuh waktu untuk bisa berdamai dengan apa yang terjadi. Butuh waktu untuk bisa menerima kondisi yang jika bisa memilih, ini jangan sampai terjadi. Namun, yang namanya hidup memang tidak selalu diliputi rasa bahagia, sebuah luka juga pasti akan kita rasa.

Tak ada yang bisa melewati itu semua selain dirimu sendiri. Tak ada yang bisa menyemangati itu semua, selain dirimu sendiri juga. Dan tak ada juga yang bisa membuatkmu bangkit selain dirimu itu. Semuanya ada pada diri kita sendiri. Apakah kita ingin terus-terusan dan berlarut dalam sebuah luka, ataukah kita akan bangkit dari sebuah luka demi hidup bahagia kedepannya.

Jika kamu butuh waktu untuk berdamai dari apa yang kamu rasa, silahkan. Asal jangan berlarut terlalu lama

It’s okay jika kamu masih belum bisa berdamai dari itu semua. Mungkin kamu butuh waktu untuk bisa menerima setiap luka yang kamu rasa. Tapi ingat, jangan terlalu lama berlarut dalam luka. Sebab kamu juga perlu bahagia. Sebab kamu juga punya masa depan yang harus kamu perjuangkan.

Apapun yang terjadi dalam hidup ini, memang tak semua sesuai dengan harapan kita. Sebab, sebaik-baiknya kita dalam berencana, tetaplah rencana Tuhan yang paling baik. Dan ketika ia mendatangkan sebuah luka kepadamu, bukan berarti kamu satu-satunya orang yang diberi luka. Saat ujian diberikan kepadamu, artinya Tuhan tau bahwa kamu mampu melewatinya.

Percayalah, bahwa setiap luka yang kamu rasa akan ada bahagia setelahnya. Sebab Tuhan pasti mendatangkan luka sepaket dengan bahagia yang nantinya akan dirasa. Jadi, tak selamanya luka itu selalu buruk. Jika kita mampu belajar dari sebuah luka, pasti akan ada hal yang bisa kita petik hikmah dari hal yang kita anggap buruk.

Baca Juga : Saat Hidup Terasa Sulit, Alasan Ini Membuat Kamu Harus Bangkit!

ilustrasi by : Anthony Tran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: