Trauma Karena Kegagalan Asmara Harusnya Cukup Jadi Pelajaran Saja

Merasakan trauma karena kegagalan asmara seringnya membuat seseorang tak lagi ingin mengenal cinta. Terlebih, ketika hubungan yang mereka jalankan itu sudah menuju kepada keseriusan namun harus gagal ditengah jalan. Perasaan patah hati, sakit, sulit untuk menerima, timbulnya sebuah trauma, semua perasaan campur aduk pastinya ia rasakan.

Sulit memang untuk bisa menerima kondisi asmara yang harus rela terhenti di tengah jalan. Belum lagi rasa trauma yang muncul dan sebuah ketakutan akan kejadian yang sama dapat terulang kembali. Semua butuh waktu pastinya untuk bisa berdamai dengan kondisi ini.

Saat seseorang merasakan trauma yang disebabkan karena kegagalan asmara, tentunya akan membuat siapapun akan sulit untuk memulai suatu hubungan yang baru dengan seseorang yang baru pula. Rasa trauma yang begitu sakit ia rasakan tak jarang membuatnya kehilangan rasa percaya terhadap orang lain. Sehingga membuatnya sulit untuk bisa membuka hati kembali hingga rasa trauma itu benar-benar sembuh.

Perselingkuhan, pengkhianatan, kekerasan adalah salah satu trauma yang paling sulit untuk diterima

Diselingkuhi dan dikhianati adalah hal yang paling sulit untuk diterima dalam sebuah hubungan. Belum lagi soal kekerasan fisik yang juga terus didapatkan saat menjalin hubungan juga sering kali menumbuhkan rasa trauma yang teramat dalam. Perselingkuhan, pengkhianatan dan kekerasan yang pada akhirnya menimbulkan trauma ini akan membuat siapapun yang merasakan akan sulit untuk menerima.

Ya, bayangkan saja, seseorang yang kamu sayangi, seseorang yang kamu percayai untuk menjaga hatimu nyatanya malah dengan mudahnya memberi luka dan menciptakan sebuah trauma bagi dirimu sendiri. Hal yang mungkin tak pernah kamu banyangkan dan tak pernah kamu inginkan bisa terjadi. Itulah kenapa perlu juga untuk tahu bagaimana Cara Menilai Lelaki Serius VS yang Hanya Sekedar Modus agar kejadian itu tak terulang kembali.

Trauma karena kegagalan asmara cukuplah kamu jadikan pelajaran saja, jangan membuatmu merasakan sakitnya terlalu lama

Memang untuk bisa bangkit dan menerima sebuah kejadian pahit yang pada akhirnya menimbulkan trauma itu tidaklah mudah. Ketika kamu belum benar-benar bisa berdamai dan menerima akan rasa trauma itu, maka dapat dipastikan juga akan membuatmu terus-terusan diliputi oleh rasa traumamu itu sampai kapanpun.

Rasa trauma itu perlu dihilangkan jika kamu tidak ingin terus-terusan dihantui olehnya. Obatnya ada pada dirimu sendiri. Yang mampu untuk membuatmu bangkit dari rasa trauma yang kamu rasakan itu juga dirimu sendiri. Saat kamu bertekad untuk mencoba menghilangkan rasa trauma itu dan melawan semua ketakutan itu, kelak kamu pasti akan berhasil untuk melaluinya.

Baca Juga : Cara Membuat Hidup Bahagia dan Berdamai dengan Masalah yang Ada

Sebaliknya, saat kamu selalu menganggap dan menanamkan pada dirimu bahwa kamu tidak akan pernah bisa keluar dari rasa trauma ini, maka kamu pun benar. Bahwa sampai kapanpun kamu tidak akan pernah keluar dari rasa trauma itu sebab kamu sendiri yang sudah menutup diri untuk mencoba bangkit. Kamu membiarkan dirimu diliputi rasa trauma itu. Kamu membiarkan dirimu dikuasai oleh rasa trauma itu terus-terusan. Hingga pada akhirnya malah membuatmu terus-terusan dihantui oleh rasa trauma itu sendiri.   

Memang, akan sulit untuk bisa berdamai dengan rasa trauma. Namun, meskipun sulit, bukan berarti juga kamu tidak bisa berdamai dengannya. Ada dua hal yang mungkin bisa kamu jadikan pegangan untuk dapat berdamai terhadap kondisi itu. Pertama, penerimaan diri bahwa kamu menerima akan rasa trauma itu. Kamu menyadari bahwa ada rasa trauma yang pernah kamu rasakan. Serta yang kedua, keinginan untuk bisa bangkit dari rasa trauma yang dirasakan. Kedua hal itu mungkin bisa kamu jadikan pegangan untuk bisa menerima akan kondisimu hingga pada akhirnya kamu berhasil sembuh dari rasa trauma itu.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: